-->

Asal usul Sumber Songo Kepanjen Mitosnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit

PhotoMalang.com Mata air Sumber Songo menjadi salah satu potensi alam di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Selain kesegarannya, air di sumber ini konon memiliki khasiat yang luar biasa yang tenar hingga ke luar Malang.

Dikisahkan, ada beberapa orang dari luar kota mencoba berobat dengan mandi di air Sumber Songo ini. Mereka di antaranya mengidap beberapa penyakit ringan hingga berat. Beberapa dari mereka ternyata akhirnya bisa sembuh dari penyakit. Mereka merasa berjodoh dan menyarankan kepada rekan dan saudara mereka untuk datang ke sumber tersebut.

Mereka yang “berjodoh” itu pun akhirnya memberi bantuan berupa dana untuk pembangunan dan perawatan Sumber Songo. Mata air ini sebenarnya sudah didanai oleh kas desa dan swasembada dari beberapa masyarakat setempat.

Mata air ini menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitarnya. Kebutuhan sehari-hari mereka yang terkain dengan pengairan bergantung pada Sumber Songo. Mulai dari air minum, mandi, cuci, hingga pengairan sawah penduduk.

Sumber Songo ini pun dimanfaatkan sebagai air mineral kemasan. Dikelola oleh pemerintah desa, melalui BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), terciptalah air mineral bermerk AAS-9. Proyek ini konon menelan dana hingga satu miliar rupiah. Hingga kini air mineral tersebut menjadi produk andalan Desa Jenggolo.

Alkisah, sumber ini dulunya hanya satu. Konon, Sumber Songo ada setelah zaman Kerajaan Sengguruh, yang statusnya merupakan Kadipaten di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. Karena waktu itu dirasa kebutuhan air bersih dirasa kurang, maka para pemuka adat pun mengadakan upacara atau ritual berdoa bersama. Berkat kharomah seorang murid Wali Songgo, maka sumber ini kemudian memancarkan sembilan buah mata air.

Untuk mengunjungi sumber ini tidaklah sulit. Dari perempatan Kepanjen, silakan menuju ke arah selatan. Sesampainya di Desa Jenggolo, ada jalan di sebelah barat masuk Jalan Kalinyamat, atau bisa juga melalui Jalan Sumber Songo. Untuk lebih jelasnya, bisa langsung ditanyakan kepada masyarakat sekitar Desa Jenggolo. Masuknya pun tidak dipungut biaya alias gratis!

Disqus Comments